VIVAnews - Polri menangkap komplotan penipu yang berhasil menipu uang sebesar Rp 20miliar dari Sultan Brunei Darussalam. Para Penipu menyamar sebagai salah satu tim sukses di Indonesia.
Menanggapi soal itu, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Achmad Mubarok mengatakan dia tak tahu tim sukses mana yang dicatut oleh komplotan penipu. Namun, "yang jelas, setiap tim sukses kami pantang main-main seperti itu," kata dia dalam acara deklarasi Lembaha Independen Pemulihan Bangsa di Hotel Pardede, Jakarta, Senin 1 Juni 2009.
Meski belum ditemukan kasus penyalahgunaan oleh tim sukses, Mubarok mengeluarkan peringatan. "Kalau ada yang nyelonong akan ditindak tegas," kata dia.
Ketika menipu pejabat tinggi Brunei, para penipu terlebih dulu melakukan riset internet, sebelum menghubungi calon korban. Lalu, menirukan suara salah satu petinggi partai, anggota komplotan menghubungi si pejabat. Alasannya, dalam rangka kegiatan pesta demokrasi, komplotan penipu minta dikirimi sejumlah uang.
Tak hanya pejabat Brunei yang tertipu, komplotan ini juga menipu pejabat-pejabat lain di luar negeri. Tercatat 32 pejabat di luar negeri telah jadi korban penipuan komplotan tersebut.
Dalam kasus ini polisi telah menangkap 13 pelaku di tempat berbeda yakni Roni Hermawan, Mutiara Putri, Ida Mulyani, Rudi Chaerul, Sudirman alis Black, Nenden Sintawati, Reffi, Andi Akbar, Vera Agustina, Siswanto, Bambang, Malik. Polisi masih memburu dua pelaku lainnya yang kabur ke luar pulau Jawa.