VIVAnews - Realisasi penerimaan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai per 29 Mei 2009 sudah mencapai 41,14 persen atau sebesar Rp 29,066 triliun dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2009.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Anwar Suprijadi mengatakan, realisasi penerimaan bea dan cukai cukup baik sesuai dengan yang diharapkan.
Lebih rinci penerimaan tersebut terdiri atas bea masuk sebesar Rp 7,056 triliun dari target Rp 14,966 triliun, penerimaan cukai sebesar Rp 21,6 triliun dari target Rp 54 triliun dan penerimaan bea keluar sebesar Rp 391,56 miliar dari target Rp 788,7 miliar.
Soal ekspor, Anwar mengatakan kegiatannya memang masih turun. "Kondisinya masih stabil meski belum terlihat tanda-tanda naik," kata Anwar di Jakarta, Kamis malam, 4 Juni 2009.
Kegiatan ekspor tahunan, April-Mei Ditjen Bea dan Cukai mencatat penurunan rata-rata sebesar 30 persen. "Turun karena pergerakan ekonominya masih rendah," kata dia.
Namun beberapa tanda kenaikan sudah terlihat pada beberapa jenis produk sumber daya seperti minyak sawit mentah (CPO) meski belum menonjol. CPO naik karena ada pembebasan bea kelaur, dan harga minyak yang mulai naik. Tapi secara keseluruhan aktivitas masih dalam kondisi stabil.