VIVAnews - Liburan sekolah kali ini akan dimeriahkan kembali dengan atraksi pemeran pengganti (stuntman) Police Academy Stuntman Show bertajuk "The Chameleon" di Pantai Carnaval Ancol.
PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk bekerja sama dengan seorang investor harus merogoh kocek hingga Rp 10 miliar untuk mendatangkan tim stuntman yang berasal dari Italia tersebut.
"Jadi kami hanya sediakan tempat dan personil, sedangkan biaya produksi ditanggung investor," kata Direktur Utama Pembangunan Jaya Ancol Budi Karya Sumadi dalam jumpa pers di Segarra Resto Ancol Jakarta, Sabtu, 6 Juni 2009.
Dengan biaya produksi sebesar itu, Budi menargetkan pendapatan sebesar Rp 20 miliar selama 75 hari pertunjukan. "Kalau target pengunjungnya sekitar 300 ribu orang," kata dia.
Target pengunjung tersebut lebih banyak hingga 20 persen, ketimbang pertunjukan tahun lalu yang sebanyak 250 ribu orang. "Kebanyakan dari mereka rombongan dari daerah," ujar Budi.
Tim yang didatangkan dari Italia merupakan tim sama yang didatangkan pada atraksi tahun lalu. "Mereka (tim dari Italia) sudah lebih berpengalaman dan melihat begitu antusiasnya tahun lalu jadi mau datang ke sini lagi," katanya.
Awalnya, Budi mengatakan tim dari Italia sempat ragu untuk datang kembali ke Indonesia. Bahkan, perlu negosiasi yang cukup alot untuk meyakinkan mereka datang kembali, termasuk memberika uang muka (down payment/DP). "Mereka khawatir tidak dibayar," katanya.
Budi optimistis tahun ini akan lebih banyak pengunjung yang datang ketimbang tahun lalu. "Di luar Ancol tidak ada pertunjukan besar yang menjadi kompetitor, beda dengan tahun lalu yang banyak kompetitornya," ujarnya.
Selain itu, Budi memperkirakan dengan adanya pemilihan presiden, perputaran uang akan semakin cepat. "Jadi orang akan banyak duitnya," katanya.
Sebanyak 80 persen personil dalam tim atraksi ini masih didominasi oleh orang asing, sisanya 20 persen sudah menggunakan orang lokal.
"Atraksi ini akan menjadi satu-satunya di Asia Tenggara dan Ancol akan mencoba menyelenggarakan yang sama di Vietnam tahun depan," kata Budi.