VIVAnews - Sebanyak 109 Bus Transjakarta berhenti beroperasi. Sebanyak 55 bus Koridor IV (Pulo Gadung - Dukuh Atas) dan Koridor VI (Ragunan - Dukuh Atas). Sisanya bus Koridor V (Kampung Melayu Ancol) dan VII (Kampung Melayu - Kampung Rambutan).
Seluruh armada bus berbahan bakar gas itu tak bisa mengisi bahan bakar lantaran operator menunggak membayar deposit ke stasiun pengisian BBG. Operator Koridor IV dan VI adalah Jakarta Trans Metropolitan. Sedangkan operator Koridor V dan VII adalah Jakarta Mega Trans.
"Kami tak bisa bayar karena selama dua bulan tagihan BBG belum dibayar Badan Layanan Umum Transjakarta," kata Direktur Operasional Jakarta Trans Metropolitan, I Gusti Ngurah Oka, Kamis 11 Juni 2009.
I Gusti mengatakan, tunggakan masing-masing operator mencapai Rp 12 miliar. Normalnya, setiap operator membayar deposit kepada stasiun pengisian BBG setiap 10 hari sekali. Namun sudah 20 hari keduanya menunggak pembayaran. "Sehingga sejak pukul 11.00, bus kami tidak boleh mengisi BBG," ujarnya.
Manajer Pengendalian BLU Transjakarta, Gunarjo, membenarkan kasus itu. Namun ia mengatakan, bus yang tak beroperasi hanya di Koridor IV dan VI. "Solusinya untuk mengatasi ini kami perbantukan bus dari koridor lain," ujarnya.
pipiet.noorastuti@vivanews.com