VIVAnews - Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, telah memerintahkan anak buahnya membayar tunggakan bahan bakar gas untuk Bus Transjakarta senilai Rp 24 miliar. Aktivitas Bus Transjakarta di empat koridor pun kembali normal.
"Pagi ini akan dibayar BLU Transjakarta," kata Fauzi Bowo di Balai Kota, Jumat 12 Juni 2009.
Fauzi Bowo juga telah menegur para pimpinan Badan Layanan Umum Transjakarta dan asisten badan pengelola keuangan daerah. Mereka seharusnya bisa memberi prioritas kepada layanan masyarakat. "Begitu kabar ini naik di media, saya langsung sms mereka."
Kepala BLU Transjakarta Daryati Asrining Rini, mengatakan, tunggakan pembayaran sengaja dilakukan sampai sengketa tarif tempuh Bus Transjakarta koridor IV-VII di Badan Arbitrase Nasional selesai. Namun ternyata, operator keempat koridor itu tak sanggup membayar deposit ke stasiun pengisian BBG.
Setelah mendapat teguran dari Gubernur, BLU langsung berkoordinasi dengan operator agar 109 bus di keempat koridor bisa beroperasi kembali. "Sebenarnya jam 4 sore kemarin sudah beroperasi normal setelah kita janji akan membayar hari ini," ujarnya.
Kemarin, sebanyak 55 bus Koridor IV (Pulo Gadung - Dukuh Atas) dan Koridor VI (Ragunan - Dukuh Atas) serta 54 bus Koridor V (Kampung Melayu Ancol) dan VII (Kampung Melayu - Kampung Rambutan) berhenti beroperasi. Seluruh armada bus berbahan bakar gas itu tak bisa mengisi bahan bakar lantaran operator menunggak membayar deposit ke stasiun pengisian BBG.