VIVAnews - Modus kejahatan dengan membobol rekening di automatic teller machine (ATM) mulai marak lagi. Pelaku masih menjalankan kejahatan ini dengan cara lama untuk menguras uang milik korbannya.
Kejahatan yang dilakukan secara berkelompok itu menimpa Jhony Silallahi, 53 tahun, warga Lubang Buaya Jakarta Timur. Dia menjadi korban penipuan transfer Link ATM saat hendak mengambil uang di ATM Bank Mandiri di kawasan UKI Jakarta Timur.
Saat itu, kartu ATM korban tersangkut di mesin dan tidak dapat dikeluarkan. Korban kemudian menghubungi nomor telepon yang tercantum di mesin ATM. Nomor palsu itu bernomor 0218996777.
Saat tersambung, dalam percakapan telepon, korban dibantu untuk mengeluarkan kartu ATMnya. Pelaku meminta korban untuk menekan nomor PIN di mesin ATM tersebut.
Setelah menekan nomor PIN, korban diminta untuk menunggu esok harinya, pelaku berjanji akan mengantarkan kartu ATM ke alamat korban sekitar pukul 09.30 WIB.
Namun, setelah ditungu-tunggu orang yang berjanji untuk mengantar kartu tidak juga datang.
Karena rasa curiga, pada siang harinya korban datang ke Bank dan mengecek uang miliknya. Ternyata saldo dalam rekening korban telah berkurang Rp 25 juta.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar, Chrysnanda Dwi Laksana, Selasa 16 Juni 2009, mengatakan, kasus penipuan ini masih dalam penyelidikan petugas Polda Metro Jaya.
Kasus penipuan dengan modus ini sebenarnya sudah lama hilang. Kasus terakhir terjadi di Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Polsek Jagakarsa kemudian menangkap tiga pelaku.