VIVAnews - PT Aetra Air mulai membangun Instalasi Pengolahan Air untuk pelayanan air minum di lima kecamatan di Tangerang. Pembangunan diperkirakan rampung pada Juni 2010.
"Nantinya masyarakat dapat menikmat kualitas air yang langsung dapat dikonsumsi tanpa harus dimasak," kata Komisaris PT Aetra Air Tangerang, Fatah Topobroto, usai prosesi peletakan batu pertama pembangunan Water Treatment Plant, Rabu 17 Juni 2009.
Untuk menikmatinya, masyarakat akan dikenakan tarif pelanggan sebesar Rp 3.500 per liter per detik dan biaya sambungan awal Rp 1 juta. Namun setiap dua tahun tarif akan dievaluasi mengikuti grafik inflasi.
Aetra Tangerang merencakan pembangunan layanan air minum berkapasitas 900 liter per detik untuk melayani 72.000 sambungan di lima kecamatan yaitu Sepatan, Pasar Kemis, Cikupa, Balaraja, dan Jayanti.
Kebutuhan air minum di lima kecamatan itu belum tercukupi dengan baik. Masyarakat mengonsumsi air tanah. Sebagian lagi harus membeli air seharga Rp 1.000 sampai Rp 1.500 per jerigen 20 liter. Sedangkan kalangan industri membeli air dari truk dengan harga Rp 20.000-30.000 per meter kubik.
Pembangunan Instalasi Pengolahan Air dilakukan di atas lahan seluas 1,7 hektare di Kecamatan Sepatan, Tangerang. Instalasi yang dilengkapi dengan reservoir atau penampungan air menelan anggaran Rp 520 miliar.