VIVAnews - Sepuluh Pusat Kesehatan Masyarakat atau Puskesmas di DKI Jakarta menyediakan metadon gratis. Metadon merupakan narkotik sintetis yang digunakan sebagai terapi untuk menyembuhkan pecandu narkoba.
Sepuluh puskesmas itu adalah Menteng, Jatinegara, Kemayoran, Tebet, Tambora, Cengkareng, Tanjung Priok, Koja, Senen dan Pasar Rebo.
Kepala Bidang Promosi dan Pencegahan Komisi Penanggulangan AIDS, John Alubwaman, Kamis 18 Juni 2009, mengatakan, setiap tahun selalu ada tambahan dua puskesmas penyedia metadon gratis. "Untuk tahun ini, Puskesmas Senen dan Pasar Rebo," katanya.
Metadon merupakan opiat atau narkotik sintetis yang tidak menimbulkan efek yang kuat. Metadon biasanya digunakan untuk mengganti heroin yang dipakai pecandu narkotik. Sementara itu terapi metadon digunakan untuk program memutus mata rantai penyebaran HIV AIDS dari pengguna narkotika dengan jarum suntik.
Namun, kata John, penyediaan metadon di Jakarta tidak mencukup untuk 32 ribu pengguna jarum suntik yang berpotensi terkena HIV AIDS. "Belum terpenuhinya penyediaan metadon ini karena kurangnya dana dan pelatihan petugas di Puskesmas."
Data Komisi Penanggulangan HIV dan AIDS DKI Jakarta, hampir 70 persen penularan penderita HIV dan AIDS di DKI Jakarta disebabkan karena pemakaian jarum suntik secara bergantian oleh para pecandu narkoba. Sebanyak 29 persen di antaranya disebabkan perilaku seks bebas dan seks menyimpang, dan satu persennya lagi disebabkan oleh pertukaran (tranfusi) darah. Mayoritas penderita HIV AIDS berusia 19-25 tahun.