VIVAnews - Memasuki musim liburan panjang sekolah, sejumlah tempat tujuan wisata di Jakarta memang kerap dipenuhi pengunjung.
Bagi orangtua yang ingin mengajak anaknya rekreasi, tidak ada salahnya mencoba mengunjungi Museum Kebangkitan Nasional di Jalan Abdurrahman Saleh, Jakarta Pusat.
Selain salah satu tempat kunjungan rekreasi yang unik di Jakarta, Museum Kebangkitan ini juga memberikan wawasan dan pendidikan bagi semua usia.
Organisasi pergerakan nasional pertama yang didirikan dr Wahidin Soedirohoesodo yang membuat museum ini diberi nama Museum Kebangkitan Nasional.
Bangunan museum pada awalnya diberi nama STOVIA (School Tot Opleiding Van Inlandsche Arsten) bangunan perkuliahan dan asrama yang diperuntukkan bagi mahasiswa pribumi yang mengikuti pendidikan kedokteran.
Biaya masuk museum ini juga relatif murah, hanya dengan Rp 250 per anak dan Rp 750 untuk orang dewasa, Anda dapat berkeliling untuk menikmati seluruh koleksi meseum yang tersimpan rapih sudut ruangan yang dibangun Pemerintah Belanda pada tahun 1899 ini.
"Bangunan ini masih asli sejak didirikan, tidak ada yang diubah" ujar Bagian Edukasi Museum, Anida Sitanggang, Rabu 24 Juni 2009.
Saat VIVAnews mengujungi Museum Kebangkitan Nasional, dari dalam ruang gedung terlihat benda bersejarah seperti lukisan dan tulisan yang menceritakan perjuangan mahasiswa Indonesia merintis organisasi pergerakan nasional.
Koleksi alat-alat praktek kedokteran pada masa penjajahan juga masih terpajang rapi di dalam Museum.
Alat tersebut diantaranya, alat pencatat detak jantung (Elektro Radiogram), meja operasi bedah dan kerangka manusia asli yang digunakan sebagai model belajar mahasiswa.
Jika lelah berkeliling, anda juga bisa beristirahat dan bersantai dengan
tenang di taman yang terdapat di area Museum.
Meski berada di tengah kota, suasana sunyi dan tenang selalu menyelimuti museum seluas 15.742 meter persegi itu.
Jadi, selamat mengunjungi tempat wisata murah di meseum yang terlupakan.
eko.priliawito@vivanews.com