Metro
Jakarta Barat

Jajanan Sekolah Mengandung Bakteri E-Coli

Mayoritas jajanan sekolah di Jakarta Barat mengandung bakteri, sakarin, dan formalin.

Kamis, 25 Juni 2009, 08:06 WIB
Pipiet Tri Noorastuti
Kue Mangkok (lemariresep)

VIVAnews - Mulailah mengganti uang jajan anak Anda dengan bekal makanan secukupnya dari rumah. Hal ini demi menjamin kesehatan makanan yang dikonsumsi anak di sekolah.

Di Jakarta Barat, Suku Dinas Kesehatan menemukan kandungan bakteri dan zat berbahaya dalam jajanan anak yang dijual di sejumlah sekolah. Demikian dikutip situs resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kamis 25 Juni 2009.

Dari 92 sampel jajanan sekolah yang diteliti, 46 persen mengandung bakteri E-Coli. Sedangkan uji zat pewarna terhadap 63 sampel menunjukkan, 51 persen mengandung zat pewarna sintetis. Bahkan tiga sampel mengandung zat pewarna tekstil yaitu Rhodamin B.

Pada uji penggunaan pemanis buatan terhadap 53 sampel jajanan sekolah menunjukkan, 51 persen menggunakan bahan pemanis buatan jenis Sakarin. Sebanyak 11 persen dari 63 sampel jajanan sekolah juga mengandung bahan pengawet yang dilarang untuk makanan. Tiga sampel mengandung formalin dan empat sampel mengandung salisilat.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Yenuarti Suaizi, mengatakan, bakteri E-coli banyak ditemukan dalam minuman anak seperti es sirup. Sedangkan zat pewarna terdapat pada snack ringan. Sementara untuk bahan pengawet banyak ditemukan pada makanan sejenis bakso atau sosis. "Penelitian dilakukan selama bulan Juni 2009," ujarnya.

Kontaminasi bakteri dalam makanan biasanya terjadi akibat perilaku buruk produsen atau pedagang. Selain proses pengolahan makanan yang tidak higienis, juga bisa terjadi akibat penyajian yang jorok. "Siswa yang mengonsumsi biasanya akan menderita gangguan saluran pencernaan seperti penyakit diare," tuturnya.

Bakteri E coli memiliki nama panjang Escherichia coli. Bakteri ini adalah salah satu spesies utama bakteri gram negatif. Bakteri yang ditemukan oleh Theodor Escherich ini biasanya hidup pada tinja, dan dapat menyebabkan masalah kesehatan pada manusia, seperti diare, muntaber dan masalah pencernaan lainnya.

Baca juga: Ubah Kebiasaan Anak Jajan Sembarangan

pipiet.noorastuti@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
esti
26/06/2009
sungguh mengerikan bila benar. Padahal banyak anak-anak yang tentu saja akan mengganyang jajanan yang murah meriah serta dijajakan di dekat sekolah mereka ini. Siapa yang harus bertanggungjawab dalam hal ini? Semua! Orangtua, pihak sekolah,pemerintah, bah
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ