VIVAnews - Puluhan wartawan melakukan unjuk rasa di depan Kantor DPP Partai Demokrat memprotes kekerasan yang dilakukan kader partai Demokrat terhadap Odeo Data Hermina Julia Vanduk, wartawan Sinar Harapan.
Dalam aksinya puluhan wartawan yang tergabung dalam Poros Wartawan Jakarta juga membakar bendara Partai Demokrat dan kaos SBY-Boediono, sebagai luapan emosi mereka terhadap kasus pemukulan itu.
Mereka melakukan orasi secara bergantian mengutuk keras tindakan kekerasan itu. Dalam orasinya wartawan meminta Ketua Pembina Partai Demokrat SBY dan ketua Umum partai Demokrat untuk meminta maaf secara resmi di media masa atas peristiwa ini.
Selain itu, puluhan wartawan yang melakukan aksi juga meletakan seluruh kartu pers mereka, sebagai bentuk pemboikotan terhadap pemberitaan capres SBY-Boediono.
Sementara itu Pemimpin Redaksi Harian Sinar Harapan, Kristanto Hartadi mengatakan, apapun alasannya, tindak penganiayaan terhadap wartawan tidak dibenarkan.
"Kasus ini harus dilanjutkan secara hukum," ujar Hartadi, Sabtu 27 Juni 2009. Dalam aksi damai ini, perwakilan dari Kantor DPP Partai Demokrat menolak untuk melakukan dialog dengan wartawan.
Aksi wartawan ini kemudian dilanjutkan menuju Kantor Bravo Media Center (BMC) , di jalan Teuku Umar No 51, Jakarta Pusat.
Peristiwa ini bermula saat Julia dan sejumlah wartawan lainnya hendak meliput rentetan kampanye calon wakil presiden Boediono di Jayapura, Papua. Tiba-tiba Julia diserang oleh sejumlah kader partai Demokrat. Julia tersungkur dan sempat pingsan setelah menerima aksi kekerasan itu.
Belum diketahui motif dari pemukulan tersebut. "Kami belum tahu persis apa maksud pemukulan tersebut, saat itu kami sama-sama akan menuju bandara untuk meliput kedatangan Boediono," ujar salah seorang wartawan.