VIVAnews - Sekitar 10 ribu orang yang tergabung dalam Komite Nasional untuk Kedaulatan Rakyat akan berunjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Selasa 30 Juni 2009.
Mereka terdiri dari petani, buruh, nelayan, para karyawan honorer Departemen Keuangan. yang berasal dari Tanjung priok, Mataram, Surabaya, Garut, Tasikmalaya, Ciamis dan Subang.
Sekitar pukul 7.30, mereka beranjak dari Masjid Istiqlal. Mereka akan melakukan unjuk rasa secara maraton dengan rute Departemen Keuangan, Gambir, Kedutaan Besar Amerika, Kementerian BUMN, Bundaran HI, KPU, dan Bappenas.
Sekitar pukul 14.00, mereka dijadwalkan kembali ke kawasan Bundaran HI untuk menggelar orasi dan rapat akbar. Agenda demo di antaranya reformasi politik dengan mengajukan konsep rencana program pembangunan alternatif serta menawarkan agenda-agenda politik kepada capres dan cawapres.
Koordinator harian KNKR, Erwin Usman, mengatakan, pembangunan Indonesia dewasa ini menuju gerakan yang tidak peduli rakyat. Karenanya mereka merasa perlu memberi masukan capres dan cawapres. Pembangunan harus berwawasan lingkungan," ujarnya.
Juru bicara aksi, Taufik, menambahkan, calon penguasa pemerintahan mendatang harus lebih memperhatikan kesejahteraan para tenaga honorer. "Puluhan tahun sekitar lima ribu pegawai honorer Depkeu bekerja tanpa ada kejelasan status. Gaji mereka pun dibawah UMR," ujarnya.
Mengenai kemungkinan aksi skala besar ini akan disusupi oleh oknum tak bertanggung jawab, panitia sudah memperhitungkannya sejak enam bulan lalu. "Kami sudah berpengalaman menangani aksi skala besar. Contohnya dalam demo buruh kemarin (May Day), yang jumlah massa lebih besar, berlangsung tertib," kata penanggung jawab aksi, Agustiana.
Sejumlah LSM menjadi penggagas KNKR. Diantaranya, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, Serikat Petani Pasundan, Kongres Serikat Buruh Indonesia, LBH Jakarta, Koalisi Anti Utang dan Solidaritas Perempuan.