Metro

18 Kelurahan di DKI Rawan Kisruh DPT

Ada kenaikan pada sejumlah wilayah dan penurunan yang tajam pada wilayah lalin.

Kamis, 2 Juli 2009, 08:31 WIB
Eko Priliawito, Lutfi Dwi Puji Astuti
Warga mengecek Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilu Presiden 2009 (Antara/ FB Anggoro)

VIVAnews - Dari 267 kelurahan di DKI Jakarta terdapat 18 kelurahan  yang perlu diwaspadai akan terjadi potensi kerawanan DPT dalam Pemilihan Presiden 8 Juli mendatang.

"Analisa pemetaan kelurahan rawan DPT dalam pemilu Pilpres 2009 didasarkan pada salinan data yang diperoleh Panwaslu DKI,' ujar Ketua Panwaslu DKI Jakarta, Ramdansyah di sela-sela rapat koordinasi persiapan Pilpres 2009, di Balaikota, Rabu 1 Juli 2009. 

Menurut Ramdansyah ada kenaikan jumlah pemilih sekitar 86 persen pada sejumlah wilayah, namun ada juga penurunan hingga 47 persen.

Mengenai hal itu panwaslu minta agar KPU segera melakukan perbaikan data pemilih tetap dalam waktu dekat bila ada kesalahan.

Pihaknya khawatir ada upaya penggelembungan suara saat pelaksanaan pilpres 8 Juli nanti.

"Kalau KPU tetep keukeuh tidak berikan data pada pada panwaslu, baik data real per TPS, potensinya akan rawan," ujarnya lagi.

Pada pemilu legislatif yang lalu ada sekitar 18 kelurahan di Jakarta terindikasi terjadi penggelembungan suara. Seperti yang terjadi di Kelurahan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Sementara itu Ketua KPU DKI Jakarta, Juri Ardiantoro mengakui adanya  perubahan data pemilih tetap dalam Pilpres.

Menurutnya dalam kasus DPT sebenarnya tidak ada data yang bermasalah hanya saja terjadi kesenjangan jumlah data pemilih.

“Memang ada kesenjangan jumlah data dari Pileg ke Pilpres. Dalam hal ini terjadi kenaikan dan penurunan,” kata Ketua KPU DKI Jakarta, Juri Ardiantoro .

Juri mengatakan kesenjangan ini terjadi lanataran dalam Pileg peserta pemilu didaftar berdasarkan alamat sesuai dengan KTP. Sementara itu, untuk Pilpres peserta pemilu didaftar berdasarkan tempat tinggal.

"Ada daerah yang jumlahnya sangat melonjak dan sangat turun,” tambah Juri.

Berdasarkan data KPU DKI Jakarta saat ini jumlah pemilih yang terdaftar dalam DPT di KPU DKI Jakarta tercatat 7.668.058 pemilih.

Jumlah ini menurut Juri meningkat dari pemilihan legislatif yang jumlahnya hanya 7.026.772.

"Ada selisih penambahan sebesar 641.286 pemilih. Ada yang tidak memenuhi syarat sehingga harus dihapus sebanyak 442.450 pemilih," ujarnya.

Sementara itu jumlah TPS dalam Pilpres juga berkurang dibanding pileg kemarin. Pada pilpres jumlah TPS ada 12.501 sementara pada Pileg ada 16.982 TPS.

Berikut 18 kelurahan yang dinyatakan Panwaslu Rawan:

1.Kelurahan Kebon Kosong Kecamatan Kemayoran.
2. Kelurahan Jatinegara Kecamatan cakung.
3. Kelurahan Cakung Timur, kecamatan Cakung.
4. Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung.
5. Kelurahan pulo Gadung, Kecamatan Pulogadung.
6. Kelurahan selong, kecamatan Kebayoran Baru.
7. Kelurahan Senayan, Kecamatan Kebayoran baru.
8. Kelurahan kalibata, kecamatan Pancoran.
9. Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran.
10. Kelurahan Duren Tiga, Kecamatan pancoran.
11. Kelurahan Karet, Kecamatan Kecamatan setiabudi.
12. kelurahan Setiabudi, kecamatan setiabudi.
13. Kelurahan krendang, kecamatan Tambora.
14. Kelurahan srengseng, kecamatan Kembangan.
15. Kelurahan pegadungan, Kecamatan Kalideres.
16. Kelurahan kamal, kecamatan kalideres.
17. kelurahan kapuk muara, kecamatan penjaringan.
18. Kelurahan Ancol, kecamatan Pademangan.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ