Metro
Kereta Api Tabrak Bus di Klaten

Tanpa Palang, 405 Perlintasan KA Akan Ditutup

Seharusnya perlintasan tanpa palang pintu ditutup, dan tanpa penjaga ditutup saja.

Minggu, 5 Juli 2009, 17:48 WIB
Amril Amarullah
  (Andy Wong)

VIVAnews - Kepala Humas PT Kereta Api Daerah Operasi VI Yogyakarta, Eko Budiyanto menyatakan, sebanyak 405 perlintasan kereta api yang berada di Yogyakarta, tidak memiliki palang perlintasan dan penjaga pintu.

"Pintu yang ada penjaganya hanya mencapai 113 perlintasan, dan sisanya perlintasan yang dibuat oleh masyarakat sendiri," kata Eko Budiyanto, kepada VIVAnews, Minggu 5 Juli 2009.

Lebih lanjut Eko menambahkan, sejak awal tahun hingga bulan Juli tahun 2009 ini sudah tercatat lebih dari 10 kecelakaan ada perlintasan kereta api tanpa penjaga palang pintu yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Karena itu, Dapos VI Yogyakarta, akan melakukan penertiban palang pintu liar, dibeberapa titik. "Kami juga akan berupaya membangun underpas, disetiap lintasan kereta api," tuturnya.

Selain itu,  untuk menghindari adanya kecelakaan seperti yang terjadi diperlintasan liar Mbah Ruwet, Ceper, Klaten, Jawa Tengah, seharusnya perlintasan tanpa palang pintu ditutup.

"Seharusnya perlintasan Mbah Ruwet, Ceper, Klaten ditutup karena sangat membahayakan," ujarnya.

Perlintasan liar atau tanpa palang pintu dan tidak ada penjaganya di wilayah Daop VI Yogyakarta mencapai 405 perlintasan, sedangkan perlintasan yang ada penjaganya hanya mencapai 113 perlintasan.

"Perlintasan tanpa penjaga adalah perlintasan yang dibuat oleh masyarakat sendiriuntuk memudahkan masyarakat untuk mencari jalan pintas atau jalan tikus sehingga lebih cepat sampai tujuan," katanya

Eko menambahkan masih banyaknya perlintasan yang illegal ini akan sangat berbahaya karena frekuensi perjalanan kereta saat ini sudah cukup padat yaitu 62 kereta biasa, 26 prameks, kereta barang dan kereta pengangkut bahab bakar minyak.

"Pembuatan underpas ini akan menjaga keselamatan pengguna perlintasan dan tidak menggangu perjalanan kereta api," tuturnya.

Laporan: Kinaransih Waskita | Yogyakarta



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ