Metro
Perampok Gasak Rp 15 M Uang BNI

Kisah Polisi Pengawal Uang BNI Rp 15 M

Bribda Edi terkecoh saat perampok menabrakkan mobil Suzuki APV ke mobil pengangkut uang.

Rabu, 15 Juli 2009, 09:04 WIB
Pipiet Tri Noorastuti, Nicolaus Tomy Kurniawan
Petugas dan mobil pengangkut PT Cisco (Situs PT Cisco)

VIVAnews - Perampokan yang terjadi pada mobil pengangkut uang milik BNI senilai Rp 15 miliar belum terungkap. Polisi masih memeriksa sejumlah saksi untuk memburu para tersangka.

Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisari Besar M Iriawan, Selasa 14 Juli 2009, mengungkap kesaksian Bripda Edi, polisi yang bertugas mengawal pengiriman uang itu.

Bribda Edi terkecoh saat perampok menabrakkan mobil Suzuki APV ke mobil pembawa uang tunai Rp 15 miliar yang ia tumpangi, di Jalan Tol Latumenten. Ia sempat percaya kejadian itu murni kecelakaan.

Setelah kedua mobil terhenti akibat kelakaan itu, Bripda Edi pun dengan santai keluar mobil tanpa membawa senjata. "Tidak membawa senjatanya karena menganggap hal ini adalah kecelakaan lalu lintas biasa," ujar Iriawan.

Bripda Edi keluar mobil untuk mengecek kondisi badan mobil dan meminta pertanggungjawaban penabrak. Tak ada pikiran buruk, apalagi para penumpang mobil yang menabrak meminta maaf kepadanya.

Namun, saat Bripda Edi terlena dengan kata maaf para perampok, ia diterjang pukulan hingga tersungkur. Dengan mudah polisi pengawal itu dilumpuhkan pelaku bersenjata api yang kemudian memaksanya masuk ke dalam mobil.

Dalam penguasaan para pelaku, ia kemudian dibawa berkeliling bersama uang Rp 15 miliar milik Bank BNI. Dengan tangan terborgol dan kepala tertutup kain, ia kemudian dibuang para pelaku di Jalan Tol Bitung Tangerang. Sementara mobil dibuang di kawasan Ancol setelah seluruh uang diambil.

Pada Senin 13 Juli sekitar pukul 20.00, ia memang mendapat tugas untuk mengawal mobil PT Cisco yang hendak mengangkut uang dari BNI cabang Soewarna di Kompleks Bandaran Soekarno-Hatta menuju kantor BNI pusat di Jalan Jenderal Sudirman.

Di dalam mobil jasa keamanan PT Cisco, ia bersama petugas keamanan Bank BNI bernama Johan, dan seorang sopir. Johan berhasil melarikan diri, Bribda Edi dibuang di Tangerang, sedangkan sopir masih belum diketahui keberadaannya.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Ika
18/07/2009
Proses penyelidikan masih berlangsung, jadi kita tidak bisa langsung menghakimi siapa-siapa yang bersalah. Alangkah naifnya seperti yang disampaikan oleh seseorang yang mengaku anggota TNI seperti yang ditulis oleh Sdr. Bayu dengan serta merta mengarah ke
Balas   • Laporkan
Ika
18/07/2009
Proses penyelidikan masih berlangsung, jadi kita tidak bisa langsung menghakimi siapa-siapa yang bersalah. Alangkah naifnya seperti yang disampaikan oleh seseorang yang mengaku anggota TNI seperti yang ditulis oleh Sdr. Bayu dengan serta merta mengarah ke
Balas   • Laporkan
Ika
18/07/2009
Proses penyelidikan masih berlangsung, jadi kita tidak bisa langsung menghakimi siapa-siapa yang bersalah. Alangkah naifnya seperti yang disampaikan oleh seseorang yang mengaku anggota TNI seperti yang ditulis oleh Sdr. Bayu dengan serta merta mengarah ke
Balas   • Laporkan
cumi
18/07/2009
untuk bayu sapapun nama lo, sakit hati ya dengan polisi kasian dech lo...yang penting polisi gajinya naik kedepannya kalo lo TNI makan tuh senjata!!!!!
Balas   • Laporkan
ucok
16/07/2009
Seorang polisi harus nya bersikap tegas dan tanggap terhadap situasi seperti itu apalagi dlm pengawalan harus selalu siaga bagaimana pun kondisi nya. Lain kali untuk tugas2 penting seperti itu jangan pake bripda lah pak pakai aja yg lebih senior. .
Balas   • Laporkan
ayuk
16/07/2009
harusnya polisi jangan sampai melepas senjatanya, walaupun dalam keadaan ditabrak seperti itu. waspada harus tetap dijaga. masak polisi kalah cerdik sama oerampok. capek deh.......
Balas   • Laporkan
aseng
16/07/2009
terus gimana ya nasib PT. Cisco, apa nanggung juga kehilangan uang itu.
Balas   • Laporkan
parikesit
16/07/2009
Polri harus korek diri, dan selalu berani evaluasi terhadap setiap kejadian, sebagi pengawal seharusnya para pimpinannya memberikan pengarahan terhadap anggotannya setiap menjalankan tugas. "POLRI HARUS BEKERJA KERAS "
Balas   • Laporkan
rudi a
15/07/2009
apes bagi polisi yg mengawal, sepele dalam menghadapi keadaan yg belum tentu apik...
Balas   • Laporkan
Irwan
15/07/2009
harus ada tindakan koreksi dari pihak terkait agar kejadian serupa tidak terulang, PR bagi pihak kepolisian untuk dpt menuntaskan kasus ini, jangan berlarut-larut dan harus transparan, apakah ada konspirasi dari pihak2 tertentu, ini berhubungan dengan kep
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ