VIVAnews - PT Certis Cisco hingga kini belum mendapat kontak dari Abdul Mubalik, sopir pengangkut uang yang nasibnya belum diketahui hingga kini.
Keluarga Abdul Mubalik yang berada di kawasan Semper, Jakarta Utara, juga belum dihubungi mengenai keberadaan dan kondisi Abdul saat ini.
"Belum ada kontak antara kami maupun melalui pihak keluarganya," ujar Humas PT Certis Cisco, Rini Indriani, Rabu 15 Juli 2009.
Menurut cacatan kerja PT Certis Cisco, Abdul Mubalik adalah karyawan kontrak yang baru bekerja selama enam bulan. Abdul memiliki cacatan kerja yang baik sampai terjadinya kasus perampokan.
"Kami berharap Abdul cepat ditemukan dalam keadaan selamat. Keluarganya sudah kami kabari," ujar Direktur Operasiolan PT Certis Cisco, Fabianus H Angkatirta, dalam jumpa persnya kemarin.
Sebelum perampokan itu terjadi, konfirmasi terakhir yang dilakukan tim monitoring PT Cisco dengan tim pengangkut uang dilakukan pukul 17.37 WIB.
Saat itu mobil berada di sekitar Bandara Soekarno Hatta dan akan menuju kawasan Semanggi, untuk mengantar uang ke kantor BNI pusat di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat.
Mobil milik PT Cisco yang membawa uang tunai Rp 15 miliar milik Bank BNI, dilarikan perampok pada Senin, 13 Juli 2009, sekitar pukul 20.00 WIB.
Perampokan itu terjadi di Jalan Tol Latumenten dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Cawang.
Para pelaku sengaja menabrakkan Suzuki APV yang mereka kendarai ke mobil PT Cisco. Saat mobil berhenti, beberapa pelaku langsung turun dan menodongkan senjata tajam serta senjata api ke pengemudi.
Selain merampas uang miliaran rupiah, komplotan bersenjata api itu juga menyandera pengemudi berikut seorang anggota polisi Samapta Polda Metro Jaya yang bertugas mengawal kendaraan tersebut.
Petugas gabungan dari Polsek Tanjung Duren, Polres Jakarta Barat, Polda Metro Jaya terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Polisi masih fokus melakukan pencarian terhadap Abdul Malik, sopir pembawa uang Rp 15 miliar itu.
Laporan: Arnes Ritonga| Jakarta Utara
• VIVAnews