VIVAnews - Keluarga Abdul Mubalik, sopir PT Certis Cisco terus menunggu dengan rasa cemas. Sudah dua hari ini Abdul menghilang bersama kawanan rampok yang mengasak uang miliki BNI sebesar Rp 15 miliar.
Keluarganya tetap berharap Abdul kembali dengan selamat. Susiati istri Abdul juga berharap pihak perusahaan Certis Cisco memberi perhatian serius menyangkut kondisi Abdul Mubalik.
"Saya berharap suami saya cepat ditemukan dalam keadaan sehat. Kalaupun ada hal buruk yang terjadi padanya, kalau bisa mayatnya cepat ditemukan," ucap Susiati sambil terisak kepada VIVAnews di rumahnya, Rabu 15 Juli 2009.
Di balik kesedihan Susiati, dua anak laki-laki Abdul Mubalik, Muhamad Toriq, 10 tahun dan Fani Dwisaputra, 5 tahun, masih tampak ceria bermain. Mereka tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi pada ayahnya.
"Bapak kerja dan sampai sekarang belum pulang. Saya kangen, kapan yah bapak pulang,” ujar Muhamad Toriq.
Bukan cuma Susiati, segenap keluarga Abdul Mubalik yang tinggal berdekatan juga merasakan kesedihan yang mendalam.
Tarsiman, 42 tahun, kakak kandung Abdul Mubalik selalu menunggu kabar itu dengan cemas. "Apa yang terjadi dengan adik saya ini. Saya khawatir terjadi hal yang buruk pada dia. Kalau dia masih hidup pasti dia telepon. Tapi sampai sekarang tidak ada telepon dari dia," ucapnya.
Sekitar dua hari sebelum peristiwa itu, Tarsiman juga mengalami mimpi sebagai firasat buruk. "Saya mimpi mau operasi gigi, tapi dokter tidak bisa mencabut gigi saya. Akhirnya operasi itu gagal. Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa dengan Abdul," jelas Tarsiman.
Sementara Jufriyah, ibu kandung Abdul Mubalik, tak bisa menahan emosi setelah mengetahui musibah tersebut. Wanita tua ini, kerap marah-marah sambil memukul dinding rumahnya.
Berbagai macam ucapan memaki terus dilontarkan wanita 60 tahun itu. "Memang begitu ibu saya bila sedang banyak pikiran. Dia harus keluarkan emosinya, kalau tidak dadanya sakit,” ucap Tarsiman.
Laporan: Arnes Ritonga|Jakarta Utara