VIVAnews - Puluhan murid Sekolah Dasar (SD) di Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, tidak mau belajar lantaran dipaksa membeli buku pelajaran.
Murid kelas tiga Sekolah Dasar Negeri 1, Cipayung, Kota Depok, tidak mau masuk kelas karena diwajibkan membeli buku sekolah yang harga Rp 400 ribu satu paketnya,
Dalam satu paket buku pelajaran itu terjdapa 12 jenis buku pelajaran yang akan digunakan selama satu tahun.
Akhrinya para murid memilih berdiam diri di luar kelas dan tidak mau mengikuti pelajaran meski pelajaran sedang berlansung. Tidak tahu persis siapa yang menyuruh anak-anak ini.
Salah satu orangtua murid bernama Jariah mengatakan, dirinya menolak keras upaya kewajiban untuk membeli buku meski demi alasannya untuk miningkatkan mutu pendidikan anak.
"Tapi ini harganya terlalu mahal," ujar Jariah, Kamis 16 Juli 2009.
Kepala Sekolah SDN 1 Cipayung, Kota Depok, Royadi, mengatakan, dirinya menolak bila ada pemaksaan bagi siswa kelas tiga untuk membeli buku.
Seluruh buku tersebut hanya untuk mereka yang mau saja. Buku-buku tersebut dipasok dari distributor dan untuk setiap penjualannya, sekolah mendapat persentase keuntungan 3,5 persen.
Royadi mengakui kalau penggunaan buku tersebut tidak diketahui dinas pendidikan. Hal ini hanya inisiatif pihak sekolah saja untuk meningkatkan mutu pendidikan bagi siswa.
Laporan: Ramuna| Depok