Metro
EKSKLUSIF

RS Jakarta Diserbu Korban Bom Marriott

Setidaknya 10 korban telah dilarikan ke Rumah Sakit Jakarta.

Jum'at, 17 Juli 2009, 08:28 WIB
Hadi Suprapto
ilustrasi ledakan atau bom  

VIVAnews - Korban ledakan bom Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott, Mega Kuningan, Jakarta, sudah mulai berdatangan di Rumah Sakit Jakarta, Jalan Jenderal Sudirman.

Petugas Instalasi Gawat Darurat RS Jakarta Safrudin mengatakan, Setidaknya 10 korban telah dilarikan ke rumah sakit itu. "Mereka dalam kondisi luka parah, luka sedang, dan luka ringan," kata dia melalui sambungan telepon, Jumat 17 Juli 2009.

Hingga kini korban juga masih berdatangan ke rumah sakit itu. Paling tidak dua orang dinyatakan meninggal dalam peristiwa itu.

Dua bom meledak dalam waktu hampir bersamaan di dua hotel yang telaknya berdekatan. Pukul 07.40 Bom meledak di Hotel JW Marriott, sedangkan di Hotel Ritz Carlton bom meledak pada pukul 07.42.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
raden yudhistira
01/08/2009
Kalau terorisnya tertangkap, jangan dibunuh langsung. dia harus di siksa perlahan-lahan sampai akhirnya mati juga, agar sakit yang diderita para korban bom dapat dia rasakan. Semoga Densus 88 dapat segera meringkus semua teroris. Maju terus densus 88 anti
Balas   • Laporkan
elina
19/07/2009
wahhhh...kt bantai ajch yuk orng yg ngebom. coba dy yg khlngan orng yg dsyang gmn rasanya.. g punya hati nurani!!!!!
Balas   • Laporkan
Donny Nurantho
18/07/2009
di satu sisi nampaknya pihak barat masih belum rela kalo Indonesia menjadi negara yang maju.terutama juga karena kita adalah negara dg penduduk muslim terbesar di dunia.faktor ini dalam dunia intelijen kayaknya masih merupakan faktor yang kuat pengaruhnya
Balas   • Laporkan
Kacung
17/07/2009
Buat Yang Bikin kerusuhan di bunuh di tempat saja ndak usah melalui sidang percuma teroris perlunya langsung mati di tempat,ini PR buat PAK KAPOLRI DAN DENSUS 88,Saya Dukung dan Doa kan semoga Sukses Dan Berhasil Melumpuhkan Teroris.
Balas   • Laporkan
patsy
17/07/2009
jihad nga pakai teror teror seharusnya lagi. Bunuh orang, apa itu asing, lokal tetep aja judulnya membunuh. Sekarang yang rugi kita, di cap sebagai negara teroris, sarang radikalis.
Balas   • Laporkan
abah tea
17/07/2009
sehitam merah warna bumiku...kau masih milik tuhan.....smoga kita masih bisa terjaga dari mimpi buruk ini.
Balas   • Laporkan
Moch.Effendi
17/07/2009
Tooolong!!!!!!!!! jangan menambah kesedihan dengan kesedihan untuk kepentingan tertentu, kalau mau kayaknya masih ada caralaen yang lebih baik, insyaf doooong!!!
Balas   • Laporkan
Ferdi
17/07/2009
Duh kenapa sih kok segelintir orang mengorbankan kepentingan hajat hidup orang banyak? Bomb -- Indonesia tercoreng -- Investasi pending -- pariwisata turun -- Pengangguran makin bertambah Kenapa kepentingan orang banyak harus dikorbankan demi tercapainy
Balas   • Laporkan
Adi Utama
17/07/2009
Ini problems lama mencuat lagi, karena pemerintah tidak tegas thd pelaku dan menghancurkan sel-selnya. Mestinya kalo yang kaya gini ini tegas, harus hitam-putih.
Balas   • Laporkan
AMI
17/07/2009
Ya Allah...... gimana ini bisa terjadi lagi... Merinding dengar berita radio. Terjadi lagi terjadi lagi. Kapan bisa hidup tenang dan damai. 3M : Memalukan..Mengerikan..Menyedihkan
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ