VIVAnews - Rumah Sakit Pusat Pertamina siap menerima korban ledakan Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton. Pihak rumah sakit pun sudah menyiapkan tim dokter yang akan menangani korban.
"Tim dokter yang kami siapkan termasuk bedah tulang, vasculat, dan sudah siapkan satu kamar operasi," kata Direktur RS Pusat Pertamina, Mustafa Fauzi, di kantornya, Jakarta, Jumat 17 Juli 2009.
Seperti diketahui, ledakan hebat melanda kedua hotel mewah di kawasan Mega Kuningan itu sekitar pukul 07.40. Peristiwa terjadi hampir bersamaan dengan selisih waktu sekitar dua menit.
Saat ini, RSPP sudah menangani dua korban ledakan. Mereka adalah Dadang Hidayat dan Edward Thissen.
Kepala Biro Operasi Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Aris Wachyunadi, mengatakan, ledakan terjadi di tiga titik.
Tiga titik itu berada di lobi dalam Hotel JW Marriott, lobi luar luar Hotel JW Marriott, dan restauran di lantai dua Hotel Ritz Carlton. "Memang ada beberapa titik ledakan pagi ini, kami sedang telusuri semua."
Tiga titik ledakan itu mengakibatkan sejumlah bagian kedua hotel itu hancur. Bahkan ledakan juga mengakibatkan sejumlah kaca Plaza Mutiara, yang berada di kedua hotel, pecah berantakan.
Ledakan juga mengakibatkan puluhan korban cedera. Beberapa di antaranya dikabarkan kritis. Korban dirawat di sejumlah rumah sakit seperti RS Jakarta dan RS Metropolitan Medical Centre atau MMC. Sebanyak sembilan orang dipastikan tewas dalam musibah itu.