VIVAnews - Kematian Roy Aditya Perkasa, siswa baru di Sekolah Menengah Atas Negeri 16 Surabaya, pada Rabu 15 Juli 2009 lalu berbuntut panjang. Kepala Sekolah SMA 16 dipecat Walikota Surabaya.
"Ini bukan vonis, tapi sifatnya hanya sementara, yang bersangkutan kan tengah menjalani pemeriksaan. Tujuannya agar penyidikan yang dilakukan oleh polisi tidak terganggu," kata Walikota Surabaya Bambang DH usai menghadiri pemberian hadiah lomba karya tulis di Hotel Bumi Surabaya Selasa 21 Juli 2009.
Bambang DH menambahkan, posisi kepala sekolah harus tetap ada agar urusan administrasi sekolah itu tidak terbengkalai. Selanjutnya, posisi Kepala Sekolah di SMAN 16 Surabaya digantikan oleh Suhariono yang sebelumnya menjabat sebagai kepala sekolah di SMAN 5 Surabaya.
Roy, siswa baru yang mengikuti MOS meninggal di hari terakhir Masa Orientasi Siswa. Jenazah anak bungsu dari tiga bersaudara itu sebelumnya dilarikan ke RSU Dr Sutomo Surabaya namun keburu meninggal. Kemudian pukul 21.00, 15 Juli 2009 lalu jenazah anak pasangan Saidi dan Muryantini itu dibawah pulang ke rumah duka Perumahan Wisma Tropodo Blok AH No 16, Waru, Sidoarjo.
Ingin tahu ihwal kematian Roy, baca berikut ini:
- Roy Tewas Usai Ikuti Orientasi Sekolah
- Dokter Tak Temukan Tanda Roy Dianiaya
Laporan Tudji Martudji | Surabaya