VIVAnews - Pelaku perampokan dipastikan telah merencanakan dengan matang aksi perampokan uang Rp 15 miliar milik BNI. Para pelaku bahkan berkerja sama dengan paranormal untuk membuat linglung pengawal uang tersebut.
Para tersangka bahkan bekerja sama dengan seorang paranormal dan seorang guru sekolah untuk membuat Bripda Edi Purnawan linglung, sehingga tak mampu melakukan tugasnya dengan baik.
Salah satu tersangka lainnya yang ikut terlibat diketahui seorang wanita berinisial EHA. Dia juga menetap di kawasan Cilincing, Jakarta Utara.
EHA memiliki peran untuk menyediakan lima unit mobil operasional dalam aksi perampokan tersebut.
"Polisi hanya menyita barang bukti berjumlah Rp 1,2 miliar," ujar Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar M Iriawan, Selasa 21 Juli 2009.
Polisi terus melakukan pengembangan untuk menyelidiki dan melakukan penangkapan terhadap empat pelaku lain yang kini masih buron.
Perampokan terhadap uang BNI senilai Rp 15 miliar ini terjadi di Tol Latumenten, Jakarta Barat, pada Senin 13 Juli 2009, sekitar pukul 20.00 WIB.
Para pelaku kemudian menurunkan Bripda Edi Purnawan di pinggiran Jalan Tol Bitung, Tangerang beberapa jam kemudian.
Sementara mobil pengangkut uang tersebut ditinggalkan dalam keadaan kosong bersama senjata AK 47 milik Bripda Edi, sebuah gas gun dan sebuah godam di kawasan Ancol, Jakarta Utara.
Abdul Mubalik awalnya hilang karena disandera para pelaku. Tapi setelah polisi melakukan penyelidikan dan menemukan enam kantong tas hitam milik PT Cisco yang kosong dan sebuah kemeja milik Abdul Mubalik, kecurigaan keterlibatan warga Cilincing itu mulai terlihat.