VIVAnews - Polisi menangkap 10 tersangka perampokan uang milik Bank BNI senilai Rp 15 miliar. Sejumlah pelaku ditangkap dari sejumlah villa persembunyiannya.
Demikian dikatakan Juru Bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Chrysnanda Dwi Laksana, Selasa 21 Juli, meralat informasi awal yang menyebut jumlah pelaku tertangkap 11 orang.
Mereka adalah Muhammad Abdul Mubalik (34), Suhendi alias Andi (25), Ahmad Sofyan (29), Insya Putra Subagya, Siti Suleha (36), Muat (42), Dedi (22), Mista (52), Sukri (36), dan Haji Aceng Idrus (53).
Mubalik dan Andi ditangkap di Villa Kuning di Kampung Dangdang Pengalengan, Jawa Barat pada Jumat 17 Juli malam. Ahmad Sofyan dan Insya Putra ditangkap di villa di kawasan Cisarua Bogor pada Minggu 19 Juli dini hari.
Siti Suleha, Muat, dan Dedi ditangkap di Jalan Malaka III RT 05 RW 6 No 38 Kelurahan Rorotan, Cilincing, pada Sabtu 18 Juli sekitar pukul 05.30. Mista ditangkap di kawasan Karawang, Sukri di Jalan Cilincing II RT 03 RW 04 Cilincing, dan Aceng ditangkap di Cempaka, Desa Saninten, Kaduhejo Pandeglang.
Villa Kuning yang dijadikan tempat persembunyian Mubalik turut disita polisi lantaran rumah peristirahatan itu dibeli sesaat usai perampokan. Villa seharga Rp 500 juta itu dibeli dengan uang hasil perampokan.
Pada Senin 13 Juli lalu, mobil Certis Cisco yang dikemudikan Abdul Mubalik disewa untuk memindahkan uang tunai senilai Rp 15 miliar dari BNI cabang Soewarna di Kompleks Bandara Soekarno-Hatta ke kantor BNI pusat di Jalan Jenderal Sudirman. Dua petugas keamanan, Ade Johan dan Bripda Edi Purnawan, bertugas mengawal di dalam mobil.
Setibanya di Jalan Tol Latumenten, mobil yang mereka tumpangi ditabrak mobil Suzuki APV milik perampok. Sesaat setelah mobil terhenti, sejumlah pelaku bersenjata api turun dan menodongkan senjata api. Para pelaku kemudian melarikan mobil berisi uang Rp 15 miliar itu.
Ade Johan berhasil kabur sebelum mobil dilarikan. Bripda Edi dibuang di kawasan Tangerang dengan keadaan tangan terborgol. Mobil ditinggal di kawasan Ancol setelah seluruh uang diambil. Sedangkan Abdul Mubalik menghilang bersama perampok.