Metro

Inilah Kronologi Perampokan BNI Rp 15 Miliar

Dari sebuah warung pecel lele, tersangka merencanakan perampokan uang Rp 15 miliar.

Rabu, 22 Juli 2009, 07:38 WIB
Pipiet Tri Noorastuti, Nicolaus Tomy Kurniawan
Petugas dan mobil pengangkut PT Cisco (Situs PT Cisco)

VIVAnews - Sebanyak 14 orang menjadi tersangka dalam kasus perampokan uang Bank BNI senilai Rp 15 miliar. Siapa sangka ide tindak kejahatan itu muncul di warung pecel lele.

Ide muncul dari tersangka Suhendi alias Andi, 25. Di sebuah warung pecel lele, ia kemudian membahasnya bersama lima tersangka lain yaitu Ahmad Sofyan, Ade, Iwan, Ivan, dan Usup.

"Pertemuan itu dimatangkan dengan pertemuan lagi pada pertengahan Juni," kata Juru Bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Chrysnanda Dwi Laksana, Selasa 21 Juli. 

Bersama Abdul Mubalik, Andi kemudian mendatangi Haji Aceng Idrus, seorang paranormal di kawasan Cempaka, Desa Saninten, Kaduhejo, Pandeglang, Jawa Barat. Mereka meminta restu agar perampokan tak terdeteksi polisi. Jika suskses, mereka menjanjikan Aceng mobil Avanza.

Pada 13 Juli, mereka pun menjalankan aksinya saat Mubalik bertugas memindahkan uang tunai senilai Rp 15 miliar dari BNI cabang Soewarna di Kompleks Bandara Soekarno-Hatta ke kantor BNI pusat di Jalan Jenderal Sudirman. Mubalik adalah karyawan perusahaan jasa pengantar uang Certis Cisco.

Mengendarai mobil Suzuki APV, Ade, Usup, Iwan, dan Andi lantas mengikuti mobil Cisco yang dimudikan Mubalik. Setibanya di Jalan Tol Latumenten, Mubalik membuang puntung rokok sebagai kode agar mobil APV yang dikendarai empat rekannya menabrak mobilnya.

Setelah tabrakan dan kedua mobil terhenti, Iwan dan Usup keluar dari mobil dan menemui Bripka Eddi Purnawan, polisi pengawal yang disewa Bank BNI. Keduanya berpura-pura minta maaf sebelum akhirnya melumpuhkan dan menculik sang polisi. Sementara Ade Johan, karyawan Bank BNI yang ada di mobil Certis melarikan diri dan melapor polisi. 

Iwan dan Usup kemudian membekap Bripka Edi di dalam mobil APV dan membuangnya di kawasan Tangerang dengan kondisi tangan terborgol.

Sedangkan, Andi bergabung bersama Mubalik mengendarai mobil Certis menuju kawasan Ancol. Keduanya lantas meninggalkan mobil Certis di Jalan RE Martadinata Ancol setelah mengambil seluruh uang dalam brankas. Keduanya dijemput mobil Avanza yang dikendarai Sukri.

Mobil APV dan Avanza yang dikendarai komplotan perampok kemudian mengarah ke kediaman Siti Suleha dan Muat di kawasan Rorotan, Cilincing. Uang kemudian dipindahkan ke dalam 10 kantong plastik yang disiapkan Dedi.

Sebanyak delapan plastik uang dibawa Mubalik, Andi, dan Sofyan ke rumah Mista di Krajan I Lemahabang Karawang. Mereka mengendarai mobil APV milik Siti Suleha yang dikemudiakan Sukri. Sementara mobil Avanza dikembalikan ke rental. Sedangkan dua plastik uang sisanya ditinggal di rumah Siti Suleha.

Di kediaman Mista, enam plastik uang dibongkar. Sofyan membaginya untuk Iwan, Ivan, Usup, dan Ade. Dua plastik lainnya dibawa Mubalik dan Andi bersembunyi di kawasan Pengalengan.

Sebanyak 10 tersangka telah ditangkap yaitu Muhammad Abdul Mubalik (34), Suhendi alias Andi (25), Ahmad Sofyan (29), Insya Putra Subagya, Siti Suleha (36), Muat (42), Dedi (22), Mista (52), Sukri (36), dan Haji Aceng Idrus (53). Empat lainnya yaitu Ade, Iwan, Ivan, dan Usup, masih buron.

• VIVAnews
Rating
Komentar
baron
27/09/2009
koq kayaknya ada yang janggal masak ibu ibu terlibat perampokan uang sbegitu banyaknya??? Jangan jangan ibu itu "gak ikut makan kena getahnya" kasiaaann.....
Balas   • Laporkan
ratri
25/07/2009
ide awal dr warung pecel lele.....kira2 mereka pada ngebayangin gak ya, ..klo endingnya mereka bakal bisa jadi lele yang di pecel..wuekekekekek...
Balas   • Laporkan
julian bilqish
25/07/2009
kalo mw kaya dg cepat ga gini dunk caranya....klo lo pada kreatif lo juga bisa jd inspirasi lowongan kerja terbaru....
Balas   • Laporkan
adi saputra
24/07/2009
tim buser cari terus 3 dpo tsb...mungkin bisa lari ke kaltim...
Balas   • Laporkan
annie
22/07/2009
klo mo kaya cari yg positif doooong.klo kya gtu kan jd nya sengsara juga.ya ga?
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ