VIVAnews - Setiap orang yang mau menjadi pemimpin harus rajin belajar biar menjadi pintar. Kalau bodoh pasti tidak akan ada yang memilih jadi gubernur.
Itulah jawaban Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, saat ditanya kiatnya bisa terpilih menjadi gubernur. "Kalau bodoh pasti tidak akan ada yang memilih jadi gubernur," katanya seperti dikutip situs resmi Pemerintah DKI Jakarta.
Kalimat itu menjawab pertanyaan seorang bocah pada acara Hari Anak Nasional di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu 2 Agustus. Sebanyak 600 anak hadir dalam acara yang diprakarsai Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Warga Kota Jakarta (Fakta).
Saat ditanya suka duka menjadi gubernur, Fauzi menjawab, "Sukanya bisa berkumpul dengan anak-anak seperti ini karena anak-anak tidak ada yang berpura-pura. Dukanya kalau bertemu dengan orang yang suka sandiwara. Banyak warga Jakarta yang bersandiwara," kata gubernur.
Tak hanya bertanya seputar profesi Fauzi, seorang bocah juga bertanya cara untuk menghentikan kebiasaan merokok ayahnya. "Kamu harus berani bertanya sama bapak. Masih mau jadi bapak saya atau tidak? Kalau masih, sekarang harus mau berhenti merokok," jawab pria yang akrab disapa Foke itu.
Ketua Fakta, Azas Tigor Nainggolan, mengatakan, kegiatan ini bertujuan membina anak-anak agar mengerti bahaya rokok dan juga belajar mencintai kota Jakarta. Karenanya, kegiatan ini mengambil dua tema sekaligus yakni, "Aku Anak Jakarta, Sehat Tanpa Rokok dan Narkoba" dan "Andai Aku Jadi Gubernur".
"Dengan kegiatan ini, anak-anak diharapkan dapat mengawasi orang dewasa yang masih merokok dan menegur agar tidak merokok lagi. Selain itu, mereka juga tahu bagaimana mencintai kotanya dengan apa yang dilakukan oleh pemerintah," kata Tigor.