Metro
WS Rendra Meninggal

WS Rendra Ingin Kampanye Reformasi Kejaksaan

Dedi Mizwar ingat keinginan WS Rendra untuk mengkampanyekan reformasi kejaksaan.

Jum'at, 7 Agustus 2009, 02:55 WIB
Eko Priliawito, Yudho Rahardjo
WS Rendra (wordpress)

VIVAnews - Indonesia kehilangan telah kehilangan penyair terbaiknya, WS Rendra. Sejumlah tokoh datang untuk menyampaikan rasa duka yang mendelam terhadap kepergian 'Si Burung Merak' itu.

Mereka antara lain, mantan Menteri Sekretaris Negara, Moerdiono, artis Widyawati, aktivis 74, Hariman Siregar. Mulyana W Kusuma, Yenny Wahid, Rosiana Silalahi, Iwan Fals.

Salah satu dari mereka ada pula Dedi Mizwar, yang menyampaikan keinginan WS Rendra untuk mengkampanyekan tentang reformasi kejaksaan dan mengenai pemikirannya terhadap ekonomi kerakyatan

"Beberapa hari sebelum meninggal. Beliau sempat berbincang kepada saya mengenai ekonomi kerakyatan yang harus tetap di jalankan," ujar Dedi Mizwar, usai melayat WS Rendra, Jumat 7 Agustus 2009, dini hari.

Aktor senior dan sutradara itu menceritakan bahwa tahun 1988, dirinya sempat berencana main film bersama dengan WS Rendra.

"Sekenario sudah di tulis Umar Kayam tetapi tidak jadi. Yang jelas konsepsi saya dengan WS Rendra tentang beberpa hal memiliki banyak kemiripan. Antara lain adalah gagasan ekonomi kerakyatan," ujar Dedi Mizwar.

Sementara itu, perancang busana Popy Darsono mengatakan, bahwa WS Rendra adalah seniman besar dan belum ada yang bisa menggantikannya. Sosoknya begitu mempesona dan kharismatik.

"Saya ingat ketika pada tahun 1977 saat WS Rendra pentas di TIM dan ada bom meledak," ujar Popy.

Saat itu WS Rendra turun dari panggun dan menyerahkan naskah yang belum sempat dibacakan kepada saya.

Saat itu WS Rendra sempat di tahan di rumah tahanan militer Guntur. Dan hingga kini yang masih diingat Popy adalah saat dirinya membawakan gado-gado saat mengunjungi WS Rendra.

Pemimpin Redaksi Harian Merdeka, Mulyana W Kusuma, juga menyampaikan bahwa WS Rendra adalah sosok guru bagi banyak orang.

"Saya berharap, selain puisinya pemikirannya juga dapat di sosoialisaikan kepada masyarakat luas," ujar Mulyana.

Salah satu personel Tanta Takwa, Yoki Suryoprayogo mengaku kaget dengan kabar kepulangan WS Rendra, "Saya kaget sekali mendengar berita mas Willy telah berpulang," ujar Yoki.

Bagi Yoki, salah satu yang perlu diingat dari sosok WS Rendra adalah ajarannya tentang ketekunan, meski pada akhirnya ketekunan itu tidak menghasilkan apa-apa. 

Jenazah WS Rendra saat ini disemayamkan di rumah Clara Sinta putrinya, di Kompleks Pesona Depok, Blok AV No 5.

WS Rendra meninggal pada Kamis 6 Agustus 2009, pukul 20.00 WIB, di Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok. Budayawan kondang ini meninggal dalam usia 74 tahun.

 



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ