VIVAnews - Gempa Tasikmalaya 7,3 SR yang turut menggucang Jakarta, membuat kepanikan di mana-mana. Tak terkecuali, kampus STIE Perbanas.
Menurut Risang (21 tahun), Wakil Presiden BEM Perbanas mengatakan sejumlah mahasiswa sempat shock dan perlu dirawat di rumah sakit MMC. "Kondisi sangat panik, semua rebutan untuk turun," kata dia saat menjenguk rekannya di MMC Jakarta, Rabu, 2 September 2009.
Dia mengakui, saat gedung di lantai lima bergetar, para mahasiswa berebut menyelamatkan diri, sehingga banyak yang terinjak-injak. "Buku dan spatu berhamburan," kata Risang.
Vera (20 tahun), mahasiswi DIII Manajemen Perbanas mengatakan gempa terjadi saat kuliah sedang berlangsung. "Mendadak goyang, tembok - tembok mau lepas," ujarnya sambil berbaring di ranjang ruang UGD RS MMC.
Mahasiswi semester lima ini mengakui, turut berdesakan untuk turun dari lantai lima kampusnya menuju lantai satu. "Semua berdesakan, karena panik," tutur dia.
Vera hanyalah salah satu korban yang mengalami shock akibat gempa ini. masih tegang karena kram. Agak memar-memar juga," ujarnya.
Sementara itu, Widarti, Duty Manager RS MMC Kuningan Jakarta menuturkan, korban yang dirawat di RS ini berjumlah delapan orang. "Pasien juga sempat melompat dari ranjang, karena kaget. Mereka adalah pasien hamil yang sudah dirawat sebelumnya," kata dia.
Widayati merinci korban yang dirawat yaitu Monita, Vera, Novi, Ayu Alia, dan Sulistyowati yang keempatnya adalah mahasiswa Perbanas. Kemudian ada karyawati BPPN, Rani Rachmawati, serta Yani dan Indah yang tengah hamil.
antique.putra@vivanews.com