Metro

Simulasi Bencana Secara Berkala Itu Penting

Seluruh gedung perkantoran wajib melakukan simulasi penanganan bencana secara berkala.

Kamis, 3 September 2009, 09:02 WIB
Pipiet Tri Noorastuti
Suasana Gempa (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Gempa berkekuatan 7,3 Skala Richter yang terjadi di Tasikmalaya turut mengguncang Ibu Kota. Ribuan warga panik. Bahkan sejumlah orang terpaksa dilarikan ke rumah sakit lantaran terinjak-injak di tangga darurat.

"Evakuasi diri dalam sebuah musibah itu perlu ada standarnya, itulah pentingnya sebuah simulasi," kata anggota DPR, Alvin Lie, saat berbincang dengan VIVAnews, Kamis 3 September.

Ia lantas mengkritisi kondisi di intitusi DPR. Selama 10 tahun ia menduduki kursi dewan, tak pernah ada simulasi antisipasi atau penanganan bencana. Padahal, dengan simulasi akan terbentuk pola penyelamatan yang seragam dan akan meredam angka korban dalam sebuah musibah besar.

Ia mengatakan, kepekaan manajemen Gedung DPR terhadap penghuninya sangat rendah. Tak heran jika sejumlah tangga darurat berubah fungsi menjadi gudang penyimpanan barang. "Itu sangat menghalangi orang-orang dari lantai atas yang mau menyelamatkan diri," ujarnya.

Ia berharap, tak hanya gedung DPR, seluruh gedung perkantoran melakukan simulasi penanganan bencana secara berkala. Teruma di Jakarta yang banyak terdapat gedung tinggi. "Pemeriksaan tangga darurat juga penting karena sifatnya harus siaga 24 jam," ujarnya.

Gempa berkekuatan 7,3 Skala Richter terjadi pukul 14.55 pada Rabu 2 September 2009. Lokasinya di 82,424 Lintang Selatan dan 107,32 Bujur Timur dengan kedalaman 30 kilometer atau sekitar 242 kilometer dari Jakarta. Korban tewas di tanah air akibat gempa mencapai 44 jiwa.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ