Metro
Gempa Tasikmalaya

Pengungsi Berebut Isi Baterai Handphone

Di alun-alun Kecamatan Cikelet, Garut, stop kontak sengaja ditaruh di tengah lapangan.

Kamis, 3 September 2009, 09:39 WIB
Umi Kalsum
Suasana Gempa di Tasikmalaya (ANTARA/ Aris Prasetya)

VIVAnews - Rumah hancur, listrik mati, dan tinggal di pengungsian kini harus dijalani ratusan warga Kecamatan Cikelet, Garut pasca gempa berkekuatan 7,3 Skala Richter Rabu kemarin. Makanya begitu di pengungsian yang ada di alun-alun kecamatan disediakan aliran listrik, warga berebut mengisi baterai telepon selularnya.

Sejak kemarin sampai hari in, Kamis 3 September 2009, aliran listrik di Kecamatan Cikelet masih padam. Antrean warga yang ingin mengisi baterainya tampak semakin banyak. Puluhan orang mengerumuni stok kontak yang disediakan petugas.

Pantauan VIVAnews, stok kontak berupa terminal itu berada di tengah-tengah antara tenda pengungsi dengan tenda untuk dapur umum. Posisinya ada di tengah lapangan tanpa peneduh, sehingga warga terpaksa mengantre di tengah sengatan sinar matahari pagi. Posisi stop kontak tampaknya disengaja agar warga tidak lama-lama mengisi baterai karena harus berpanas-panasan.

Sementara di dalam tenda pengungsian, Wakil Bupati Garut Dicky Chandra berusaha menghibur dengan mengajak ngobrol ibu-ibu warga Cikelet. "Walaupun kaya, kita punya segalanya, tapi kalau sudah datang waktunya bencana, tidak ada artinya. Maka, kita di sini harus mencoba bersabar," kata dia.

Di tenda, suasana akrab mulai terjalin antara Dicky dengan warganya, bahkan warga berebut berfoto ria dengan dia. Dicky juga sempat menemani warga saat sahur. Minimnya sarana membuat warga yang akan berpuasa terpaksa memakan nasi bekas buka puasa sehari sebelumnya. Nasi dingin itu di makan demi mengganjal perut.

Laporan: ULI | Garut

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ