VIVAnews - Warga Jakarta yang berada dalam layanan air bersih Palyja terancam krisis air bersih usai Lebaran. Palyja akan melakukan perbaikan pipa air yang sudah usang pada 23-25 September 2009.
Seperti dikutip situs resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Rabu 9 September, warga yang diperkirakan akan mengalami kendala distribusi air bersih adalah warga di kawasan Jakarta Utara, seperti Ancol, Penjaringan, dan Pluit.
Construction Division Head PAM Lyonnaise Jaya (Palyja), Robert Sitorus, mengatakan, Palyja akan menyiapkan mobil tanki untuk persediaan darurat air bersih bagi rumah sakit yang ada di kawasan tersebut.
Perbaikan terpaksa dilakukan karena pipa yang saat ini terpasang sudah mengalami kerusakan karena telah berumur 40 tahun. Palyja akan memasang dua pipa berdiameter 1750 milimeter dan 1200 milimeter dengan panjang masing-masing 30 meter.
Pergantian pipa diperkirakan akan sulit dan memakan waktu lama karena pipa yang tertanam berada di kedalaman 3x3 meter. Sehingga pipa harus dipotong satu per satu. "Selain itu, pipa itu juga berhubungan dengan pompa instalasi,” kata Robert.
Pipa yang akan diganti merupakan pipa air baku yang mengalirkan air ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pejompongan 2. Dia menjamin pipa baru ini akan berumur lebih dari 40 tahun.
Dengan adanya pergantian pipa, maka instalansi yang memroduksi 30 persen dari total produksi Palyja akan dimatikan selama tiga hari. Tidak ada kompensasi bagi pelanggan atas gangguan ini. “Dari jauh hari kami mengumumkan sehingga pelanggan mau menampung air untuk persediaan selama tanggal tersebut,” ujarnya.