Metro
Mahasiswa Tewas di Masa Orientasi

Polisi Periksa Panitia Ospek Kampus STSN

Mereka diduga mengetahui ihwal tewasnya Wisnu Anjar (17 tahun).

Senin, 28 September 2009, 06:33 WIB
Amril Amarullah
Ilustrasi Polisi (AP Photo)

VIVAnews  - Sedikitnya 10 orang saksi dari panitia dan senior Orientasi Pengenalan Kampus (Ospek) Sekolah Tinggi Sandi  Negara (STSN), Bogor, diperiksa Polres Bogor. Mereka diduga mengetahui ihwal tewasnya Wisnu Anjar (17 tahun), warga Jalan Danau Tondano III/138, RT 02/03, Kelurahan Abadi Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat.

Hal itu diungkapkan, Kasat Reskrim Polres Bogor, Ajun Komisaris Polisi, Muhammad Santoso, di Rumah Sakit Umum Palang Merah Indonesia, Bogor, Minggu 27 September 2009. Ia mengatakan, berdasarkan hasil otopsi sementara oleh petugas forensik RSU PMI Bogor ditemukan banyak luka lebam pada tubuh korban akibat benturan benda tumpul.

“Jadi untuk mengetahui penyebab kematian mahasiswa STSN tersebut, mala mini juga kami akan memeriksa beberapa saksi,” ujarnya.

Sementara itu, Kusmanto (52), ayah korban, menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kepada kepolisian. “Karena saya orang awam, saya serahkan sepenuhnya pada pihak kepolisian. Jika dalam hasil penyelidikan ditemukan terdapat tindak kekerasan, maka pihak kepolisian yang lebih tahu,” katanya.

Sementara itu Adi  (27), alumni STSN tahun 2001, menyebutkan Ospek dikampusnya ada empat tahap selama 90 hari. “Nah, tahap yang diikuti korban ini adalah tahap pertama yakni pengenalan kampus, karena ia baru masuk pada Kamis lalu, ” ujarnya.

Biasanya menurut Adi, pelaksanaan kegiatan tahap pertama ini hanya pengenalan kampus dan diri siswa. “Untuk itu para siswa yang diterima 40 orang ini tidur di barak asrama kampus,” ujarnya.

STSN tempat korban sekolah itu berlokasi di Jalan Kampung Nutug Nutu, Desa Putat Nutug, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kerabat Wisnu bernama Teguh sangat curiga dengan kematian anggota keluarganya yang dikenal yang sangat pintar dan cerdas itu.

"Saat kami di konfirmasi pihak sekolah, korban meninggal dan sekarang di rawat di Rumah Sakit Citra Insani, Parung, Bogor," ungkap Teguh. Saat ini, jasad korban dikirim ke RS PMI Bogor untuk dilakukan otopsi. Keluarga berharap, otopsi ini dapat mengungkap tabir kematian Wisno.

Keluarga juga sangat menyesalkan tidak adanya dokter dan para medis serta klinik di sekolah tinggi saat korban di Rumah Sakit Citra Insani. "Jadi kami berharap pihak berwenang dalam hal ini kepolisian resor Bogor untuk mengusut tuntas kasus," kata dia.


• VIVAnews
Rating
Komentar
joker kriting
09/02/2010
tutup aja sekolah kedinasan yg telah menewaskan anak bangsa yg cerdas, telah menghilangkan akses kekayaan negara, calon pemimpin. TUTUP AJA...!
Balas   • Laporkan
ridho
09/02/2010
skolah2 kyk gini (STIP STSN STPDN dll) tlah dg sngaja mlakukan pembunuhan brencana n trstruktur, soalnya pola n timingnya selalu sama
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ