VIVAnews - Memasuki musim hujan, warga Ibu kota diminta waspada pohon tumbang. Hujan lebat dan angin kencang, dikhawatirkan akan memicu tumbangnya pohon-pohon berusia tua.
Berdasarkan data yang dikumpulkan, sejak Januari hingga September 2009, angin kencang di Jakarta Selatan sudah merusak sebanyak 129 pohon, baik tumbang atau pun sempal (patah dahan).
Kepala Suku Dinas Pertamanan Jakarta Selatan, Heru Bambang Ernanto, mengatakan, potensi pohon tumbang maupun sempal diperkirakan akan meningkat di saat kondisi cuaca seperti sekarang ini. "Kemungkinannya akan meningkat," kata dia, Rabu, 7 Oktober 2009.
Menurut dia, ada dua faktor yang mendorong hal itu. Pertama, adalah sebagian pohon di Jakarta Selatan juga sudah berusia tua bahkan puluhan tahun sehingga memang sangat rawan tumbang. Kedua, yaitu mengacu prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan sejumlah kawasan termasuk Jakarta Selatan dalam pekan ini berpotensi hujan lebat disertai ancaman badai.
Namun, dirinya tidak menyebut besarnya peningkatan tersebut. Meski demikian, Heru meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman pohon tumbang. “Tolong lebih waspada lagi. Mengingat kondisi iklim yang tidak menentu belakangan ini,” ujar Heru.
Sejak Januari hingga September 2009, di Jakarta Selatan sudah 42 pohon tumbang. Sebagian besar pohon berjenis Angsana, Mahoni, Barito dan Trembesi.
Sementara 87 pohon lain sempal. Adapun wilayah pohon tumbang maupun sempal tersebar mulai dari kawasan Kebayoran Baru, di mana terdapat pohon berusia puluhan tahun dengan diameter satu meter lebih, kemudian di Cilandak, Pasar Minggu dan Tebet.