VIVAnews - Departemen Pertanian akan menggandeng organisasi non profit CropLife Indonesia untuk membekali petani dengan teknologi pertanian pada 2010.
Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Departemen Pertanian Ati Wasiati menjelaskan, kebutuhan pangan akan terus meningkat seiring laju pertumbuhan penduduk 1,25 persen per tahun.
"Agar Indonesia tidak mengalami krisis pangan, perlu teknologi pertanian yang menjamin kenaikan produksi pangan dan pengamanan produksi," kata Ati saat diskusi Meningkatkan Ketahanan Pangan Dengan Memberdayakan Petani Indonesia Melalui Teknologi Pertanian di Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2009.
CropLife Indonesia bergerak di industri sains pengembangan penggunaan produk pelindung tanaman pangan dan tanaman bioteknologi. CropLife merupakan bagian dari CropLife Asia, sebuah federasi industri sains dalam bidang tanaman yang tersebar di 15 negara di Asia Pasifik.
"Departemen Pertanian bekerja sama dengan Crop Life Indonesia untuk memperluas program pelatihan kepada para petani melalui program Good Agricultural Practices, termasuk di Lampung," kata Ketua Umum CropLife Indonesia Nandang M Holil.
Program pelatihan tersebut diklaim dapat melipatgandakan panen dan petani dapat menikmati kenaikan penghasilan sampai dengan 50 persen dari sebelumnya.
Teknologi pertanian membantu petani untuk memproduksi lebih banyak tanaman pangan dengan biaua produksi per hektar yang lebih rendah.
"Berdasarkan suatu riset, perlindungan tanaman pangan sangat efektif membantu petani meningkatkan hasil panennya. Jika petani tidak menggunakan pestisida, hasil panen padi akan menurun 57 persen," ujar Nandang.
Selain itu, tanpa herbisida dan fungisida, hasil panen padi akan berkurang 16 persen. Hasil panen jagung di Indonesia akan menurun 32 persen tanpa perlindungan tanaman.
Pada tahun yang sama, CropLife Indonesia beserta mitra swasta akan meluncurkan program pelestarian lingkungan bertempat di Tegal dan Brebes, Jawa Tengah. Program kemitraan melatih para petani langkah-langkah dalam pembuangan kontainer pestisida yang sudah dipakai.
Rencana lain, organisasi non profit tersebut juga akan bekerjasama dengan retailer makanan di Indonesia untuk meningkatkan ketahanan pangan.
hadi.suprapto@vivanews.com