Metro
Jakarta Kota Terjorok Ketiga di Dunia

Asap Kendaraan Hambat Pertumbuhan Paru

Anak yang tinggal di kota dengan tingkat polusi tinggi memiliki paru-paru lebih kecil.

Kamis, 22 Oktober 2009, 11:36 WIB
Pipiet Tri Noorastuti, Lutfi Dwi Puji Astuti
Arus Lalu Lintas Macet di Jalan Gatot Subroto (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Pertumbuhan kendaraan bermotor yang kian tak terkendali di Jakarta berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi warganya. Kontaminasi gas buang dapat memicu gangguan organ paru-paru.

Laporan World Health Organization Negara-negara Eropa (WHO-Europe, 2004) memaparkan sejumlah hasil studi bahwa anak yang tinggal di kota dengan tingkat pencemaran udara lebih tinggi mempunyai paru lebih kecil.
 
Kecilnya organ pertumbuhan mereka tentunya memberi risiko kesehatan yang lebih tinggi. Pencemaran udara juga berhubungan dengan peningkatan jumlah dan keparahan gejala gangguan saluran pernapasan pada anak.

Laporan itu dipublikasikan dalam buku 'Peningkatan Kualitas Udara Perkotaan: Strategi dan Rencana Aksi Lokal' yang diterbitkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tahun 2006.

Sebuah studi pada 2004 juga membuktikan bahwa penyakit yang berhubungan dengan paru-paru seperti Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) menduduki peringkat teratas penyakit yang diderita anak-anak di Jakarta.

Secara umum, pencemaran udara memiliki dampak buruk terhadap kesehatan manusia seperti defisiensi oksigen dalam darah, iritasi mata, kerusakan sistem pernapasan, kanker, gangguan sistem syaraf, gangguan reproduksi, dan genetika.

Pencemaran udara juga berdampak buruk terhadap tanaman dan hewan seperti memicu kerusakan daun, berkurangnya produktivitas, menurunnya laju fotosintesa, serta gangguan sistem pernapasan dan syaraf pusat hewan.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menempatkan Jakarta sebagai kota paling jorok ketiga di dunia setelah Meksiko dan Thailand. Jorok dalam artian memiliki tingkat polusi udara yang sangat tinggi.

Penyumbang polusi terbesar di Jakarta adalah sektor transportasi yang mencapai 70 persen. Pertumbuhan jumlah kendaraan yang semakin tak terkendali membuat kualitas udara semakin buruk.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ